23 Sep 2012

Mengapa Usia Muda sudah Tumbuh Uban?


Uban atau rambut putih kerap dialami oleh seseorang saat memasuki usia paruh baya. Umumnya uban dialami oleh mereka yang usianya 40 tahun. Uban merupakan salah satu tanda penuaan seiring pertambahan usia. Semakin bertambah usia, rambut putih atau uban mulai banyak menghiasi rambut anda. Rambut anda yang hitam legam berubah menjadi putih keperakan. Perubahan warna rambut tersebut karena terjadinya proses perubahan kadar melanin

Pada uban yang berwarna putih, melanin tidak lagi diproduksi sehingga rambut baru tumbuh tanpa mendapatkan pewarnaan dari melanin. Namun, hilangnya pigmen rambut ini seringkali menghinggapi mereka yang masih berusia muda, bahkan anak. Setidaknya gangguan pada rambut dengan tumbuhnya uban di usia muda menjadi fenomena menarik, terutama bagi pekerja di Indonesia. Bukan hanya wanita, laki- laki juga sering mengalami munculnya gangguan pada rambut yang tidak diinginkan tersebut.


Faktor Penyebab Tumbuhnya Uban

Munculnya rambut putih merupakan gejala adanya gangguan sintesa protein. Sel melanosit jadi tak mampu lagi menghasilkan pigmen (melanin) sehingga rambut menjadi kehilangan warna. Proses kejadian ini seringkali dihubungkan dengan bertambahnya usia. Namun ada juga penyebab lain yang bisa mendorong munculnya uban walau usia masih muda.

Tumbuhnya rambut putih di usia belia, dipengaruhi beberapa faktor. Misalnya stres berkepanjangan, kurang Vitamin B12 dan faktor keturunan. Parahnya lagi, uban pada usia dini bisa muncul mulai saat berusia 20 tahun. Uban rentan muncul di usia dini akibat kurangnya nutrisi yang memproduksi melanin. Selain faktor genetik, uban juga bisa bisa muncul lebih dini akibat sejumlah faktor. 

Saat ini banyak orang muda mengalami uban karena stres yang membuat seseorang berpikir keras. Gaya hidup seperti sering mengecat rambut juga memicu tumbuhnya uban. Perubahan emosional atau stres juga dapat memengaruhi gangguan pigmentasi rambut. Mereka yang usianya masih muda juga bisa mengalami masalah uban karena multifaktor, yaitu faktor internal dan eksternal. Faktor internal antara lain: kekurangan vitamin B12, anemia, stres, gangguan hormon tiroid dan genetik. Sementara faktor eksternal seperti gaya hidup yang kurang baik seperti merokok.

Menurut spesialis kulit dan kelamin dari Rumah Sakit Mitra Keluarga, dr Winarto SpKK, munculnya uban pada usia muda kebanyakan disebabkan stres berkepanjangan. “Stres bisa menyebabkan macetnya produksi pigmen pewarna rambut yang disebut melanin. Pigmen ini dihasilkan sel tubuh yang dikenal sebagai melanosit. Rambut menjadi putih karena melanosit tidak lagi memproduksi melanin. Macetnya produksi pigmen, hanyalah bersifat sementara. Kalau stres sudah hilang, otomatis produksi pigmen akan kembali dengan normal. Rambut yang putih akan rontok dengan sendirinya sehingga rambut akan kembali menjadi hitam. Itu kalau penyebab uban usia dini terjadi karena stres. Kejadian itu akan berbeda dengan uban yang disebabkan faktor kurang vitamin atau keturunan. Konsumsi makanan yang mengandung vitamin B12 akan menghambat pertumbuhan uban.

Kelainan metabolisme menyebabkan fenil analin yang terdapat pada asam amino tidak bermetabolisme dengan baik sehingga menimbulkan uban. Pada gangguan kelainan imunitas terjadinya uban mirip dengan vitiligo atau munculnya bercak putih pada kulit. Gaya hidup yang tidak sehat juga memiliki kontribusi dalam mempercepat tumbuhnya uban. Winarto menilai kebiasaan merokok menghambat aliran zat-zat gizi yang dibutuhkan tubuh yang dibawa dalam peredaran darah. Merokok tidak hanya menyebabkan rambut beruban sebelum waktunya, dan secara keseluruhan merugikan kesehatan. Selain gaya hidup, penggunaan minyak dan cat rambut tidak hanya mengenai rambut, tetapi meresap ke dalam pori-pori kulit kepala. Zat-zat kimia yang terkandung dalam minyak dan cat rambut memengaruhi kesehatan rambut sehingga mempercepat tumbuhnya uban.

Diana Bihova MD dari New York University Medical Center mengatakan, stres yang berlebihan bisa menguras cadangan vitamin B12. Terkurasnya vitamin ini mempercepat tumbuhnya rambut putih. Keadaan gizi yang buruk karena asupan makanan yang kurang seimbang juga memengaruhi kesehatan rambut. Gizi yang buruk tidak hanya menimbulkan uban, juga mengganggu kondisi kesehatan rambut secara umum. Itu sebabnya anakanak yang mengalami gangguan gizi berat, rambutnya tampak kemerahan, dan tidak sehat. Konsumsi gizi yang cukup pun bisa saja tidak bermanfaat bila terjadi gangguan pencernaan. Misalnya ada luka di lambung. Gangguan pencernaan membuat metabolisme berlangsung tidak semestinya sehingga makanan bergizi terbuang percuma.

Selain itu, faktor keturunan adalah penyebab yang paling umummunculnya uban pada usia muda. Informasi tentang rambut putih yang tumbuh lebih dini itu tersimpan di dalam gen. Ini berarti bila orangtua dan kerabat dekat mulai beruban pada usia belia, kemungkinan untuk cepat beruban akan lebih besar. Gangguan karena kelainan metabolisme, kelainan imunitas, kelainan hormonal, sinar X, keracunan logam berat, dan gangguan ginjal berkontribusi menambah jumlah uban di kepala.

Resep ‘anti’ uban usia muda

dr Winarto SpKK menyarankan beberapa cara alami untuk mengatasi uban yang tumbuh sebelum waktunya, yakni melakukan olahraga, olah napas, meditasi dan akupresur. Dari sisi makanan, dia menganjurkan untuk mengonsumsi sumber pangan yang berkhasiat menguatkan ginjal dan paru-paru. Untuk pemakaian minyak rambut alami yang dibuat dari minyak wijen, kemiri, atau cem-ceman daun mangkokan serta daun dan bunga sepatu juga sangat baik untuk memperlambat uban. Selanjutnya, Winarto tidak menyarankan untuk mencabuti uban karena kulit kepala penuh dengan susunan saraf.

Faktor genetik merupakan faktor pencetus yang cukup kuat. Jika ayah atau ibu Anda sudah beruban ketika menginjak usia 30-an, Anda pun kemungkinan besar akan mengalami hal yang sama. Stres, kurang gizi, syok, kekhawatiran atau kesedihan yang terlalu dalam, ketegangan, dan sakit keras juga bisa memperlambat produksi melanin sehingga muncullah rambut putih atau uban.

Bagi Anda yang belum mengalaminya, coba tips berikut untuk mencegah timbulnya uban di usia dini, seperti dikutip Times of India. Berikut sejumlah tips untuk paling tidak memperlambat laju tumbuhnya uban.

Hilangkan stress
Penelitian Universitas Duke mengungkap bahwa stres menjadi salah satu pemicunya. Penelitian itu menunjukkan bagaimana tekanan dalam pikiran akan memicu tubuh memproduksi zat yang dapat merusak DNA, sehingga memengaruhi kondisi fisik. Meski hasil penelitian itu masih menjadi perdebatan, tak ada salahnya menghindarkan diri dari stres. Belajar meredam stres dengan menenangkan diri, bermeditasi atau berlatih untuk menemukan jalan melepas lelah.
Manfaatkan Labu
Jika kita ingin menguatkan rambut, pastinya harus dimulai dari ujung akar. Sama halnya dengan uban. Agar rambut tidak mudah memutih, cobalah untuk menguatkan akarnya terlebih dahulu. Dengan begitu, rambut memiliki kemampuan memulihkan pigmennya. Caranya, keringkan potongan labu. Rendam potongan labu kering tersebut dalam minyak kelapa selama tiga hari. Lalu, rebus ramuan tersebut sampai tersisa ampas berwarna hitam. Aplikasikan sebagai masker rambut sembari memijat kulit kepala selama beberapa menit. Bilas hingga bersih.

Nutrisi
Salah satu faktor timbulnya uban di usia dini adalah kurangnya nutrisi rambut. Oleh karena itu, pastikan anda mengkonsumsi makanan yang kaya akan protein, besi, yodium mineral. Tak hanya itu, makanlah makananan yang kaya akan vitamin A dan B. Memberi nutrisi yang cukup pada rambut. Akan  membantu menjaga kesehatan kulit kepala dan membuat rambut lebih bersinar. Vitamin A banyak terdapat dalam sayuran hijau, dan buah-buahan berwarna merah dan kuning.Vitamin B berperan dalam melancarkan produksi minyak untuk menjaga kelembaban dan kesehatan rambut. Vitamin B banyak terdapat dalam sayuran hijau daun, sereal, hati, yogurt, pisang.

Berhenti Merokok. 
Merokok telah terbukti secara ilmiah dapat mempercepat penuaan pada tubuh. Berhenti merokok juga dapat meningkatkan sirkulasi dan memperlambat tumbuhnya uban. Orang yang merokok empat kali lebih mungkin mengalami uban lebih dini dibandingkan orang yang tidak merokok.

Konsumsi Mikronutrien. 
Terkadang kekurangan mikronutrien tertentu seperti zat tembaga dalam makanan menyebabkan rambut berubah karena produksi melanin menurun. Karena itu dianjurkan untuk mengonsumsi makanan yang mengandung zat tembaga seperti lobak hijau, kacang lima, bayam, berry hitam, nenas, delima, kacang almond, biji labu dan daging. Anda juga bisa mengonsumsi multivitamin setiap hari yang mengandung zat tembaga.

Jaga Cairan Tubuh.          
Produksi melanin menurun karena berkurangnya asupan mineral tembaga. Karena itu, ada beberapa makanan dan minuman yang harus dihindari untuk mencegah timbulnya uban, seperti minuman yang mengandung kafein seperti teh, kopi. Dianjurkan juga memperbanyak minum air putih. Kurangi kafein dan alkohol, serta tingkatkan konsumsi air. Perhatikan juga jumlah makan makanan yang berlemak dan mengandung oksidan tinggi seperti gorengan, makanan pedas dan asam setiap harinya karena makanan ini dapat mengurangi kadar air dalam tubuh dan kelembaban. Kurangnya kelembaban menghalangi nutrisi mencapai kantung pada rambut yang berakibat pada memutihnya rambut.

Tidur Cukup
Tidur merupakan waktu terbaik untuk relaksasi tubuh serta menurunkan tingkat stres. Selain itu, tidur yang cukup akan membuat anda tampak awet muda.

Makan Makanan yang Mengandung Vitamin B12 dan Omega-3.
Kekurangan vitamin B12 dan Omega-3 mengakibatkan rambut memutih lebih cepat. Makanlah makanan yang kaya akan B12 seperti telur, keju, sapi, pisang, ikan dan daging domba dan unggas. Sebaiknya juga memperbanyak kandungan tembaga seperti kepiting, tiram, minyak biji matahari, kacang mede dan kacang almond.

Tingkatkan Sirkulasi Darah.
Peredaran darah yang lancar penting untuk mencegah rambut memutih. Tidak ada gunanya memakan semua vitamin dan mineral, apabila semua itu tidak dapat mencapai kulit kepala dan rambut. Untuk memperlancar peredaran, berolahragalah secara teratur. Perlu juga diperhatikan untuk memijat kulit kepala dengan ujung jari setiap harinya selama 5 hingga 10 menit.

Manfaatkan biji papaya.
Biji pepaya disanggrai, kemudian ditumbuk halus dan dicampur dengan minyak kelapa secukupnya. Oleskan secara merata pada rambut dan kulit kepala, lalu bungkus rambut dengan handuk. Biarkan selama dua jam. Sesudah itu rambut dibilas hingga bersih. Sebaiknya penggunaan minyak kemiri dan biji pepaya dilakukan rutin seminggu sekali selama tiga bulan. Jika rutin maka rambut akan kembali menghitam.

Minyak Kelapa + Air Jeruk
Usapkan campuran minyak kelapa dan air jeruk nipis pada rambut dan remas-remas dan biarkan selama 15 menit sebelum dibilas. Banyak wanita yang melakukan hal ini setiap hari, rambutnya bisa tetap hitam sampai usia 60-an.

Teh + Garam
Ambil secangkir teh yang pekat dan tambahkan satu sendok makan garam. Setelah dingin, tuangkan rata ke rambut dan pijat-pijat kulit kepala. Biarkan selama satu jam, lalu bilas dengan air dingin tanpa sampo.

Gunakan Henna atau Pacar Rambutan
Untuk menghitamkan rambut yang sudah terlanjur beruban, ada produk alami dari tumbuhan di India, yaitu henna atau di sini dikenal sebagai pacar rambut.

Makan Zinc, Zat Besi dan Copper
Mineral yang esensial bagi rambut adalah zinc, zat besi, dan copper. Banyak terdapat pada daging, ayam, sayuran, telur, biji-bijian, dan makanan laut (sea food).

Makan Protein
Terutama nabati amat penting untuk menjaga tekstur rambut dan membuatnya tetap bersinar. Banyak terdapat dalam biji-bijian, terutama kedelai.


Warnai Rambut vs Mencabut Uban. 

Seringkali orang mencabut uban ketika uban tersebut terlihat menghiasi rambut. Padahal, tidak dianjurkan mencabut uban karena akan berdampak buruk bagi kesehatan. Rambut tumbuh di bawah kulit kepala yang terdapat banyak saraf di dalamnya, karena itu mencabut akan mengganggu saraf. Akibatnya, sinyal saraf untuk memproduksi warna rambut akan terganggu.

Pertumbuhanrambut sendiri dibedakan menjadi tiga fase. 
Pertama, fase pertumbuhan atau anagen yang membutuhkan waktu 2-6 tahun. 
Kedua, fase katagen selama 3-6 minggu. 
Ketiga, fase telogen yaitu masa ketika rambut telah tumbuh dan terus memanjang sehingga akhirnya rontok. 
Setelah melewati fase ketiga, rambut mulai kembali pada fase pertumbuhan dari tahap pertama. Begitu juga dengan uban, yang lama kelamaan akan rontok sehingga biarkan saja rambut berproses secara alami dan tidak dipaksakan untuk mencabut uban.

Ada yang percaya bahwa kalau uban kita dicabut, maka uban yang muncul akan semakin banyak. Ini hanya mitos saja. Saat ada satu uban muncul, berarti pertanda ada masalah dengan produksi melanin. Dengan demikian, pada saat uban dicabut, kemungkinan besar memang sudah ada beberapa uban lain yang akan tumbuh.

Mewarnai rambut memang menjadi solusi instan bagi mereka yang mengalami pertumbuhan uban di usia dini. Namun, jika uban sudah terlanjur tumbuh dan banyak, cara-cara pencegahan di atas tidak bisa dilakukan. Anda hanya bisa melakukan pengecatan rambut. Sebaiknya gunakan pewarna rambut yang bagus sehingga tidak merusak rambut.
Anda juga bisa mewarnai rambut menggunakan bahan-bahan alami seperti kemiri dan biji pepaya. Caranya, kemiri di sanggrai sampai berwarna hitam, kemudian ditumbuk hingga halus dan ditambah dengan sedikit air. Kemiri dioleskan ke seluruh rambut hingga merata, lalu didiamkan selama 20 menit. Setelah itu, rambut dicuci sampai bersih.



Enhanced by Zemanta

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Terima Kasih Sudah Bergabung. Tetaplah semangat. Kritik dan Saran Anda, Sangat Bermanfaat

Berita Dari Teman

Powered by FeedBurnerStatus YM DMCA.comPageRank CheckerSociety blogPageRank-Backlink ohne Anmeldung bei Ursula1.de
 
TERIMA KASIH SUDAH BERKUNJUNG <> SEMOGA PUAS DAN MENYENANGKAN <> <> SILAHKAN DATANG LAGI

Cari Dari Blog Ini

Memuat...

INFO BLOG

Review http://parelpropublik.blogspot.com/ on alexa.com SEO Stats powered by MyPagerank.Netfree counter

SPONSOR

Science Blogs
Science blog list4shared.com - Free file sharing and storagelink directory

About Me

Personal BlogsPersonalTop Blogs

Follow by Email

Blogger Twiter

Diberdayakan oleh Blogger.

Gabung Dengan Teman Facebook